A: "Lagian, apasih maksudnya pecahan dibagi pecahan? Semisal kita punya 2/3 bagian apel, terus mau dibagi 1/4. Itu artinya kita menghitung berapa bagian apel yang diterima 4 orang dari 2/3 bagian apel tadi kan? Kalau dihitung dapet 1/6 bagian apel, ya kan?" B: "Bukan bukan, itu kasus perkalian bukan pembagian." A: "Loh kenapa kalau dikali hasilnya makin kecil?" B: "2/3 bagian apel dibagi 1/4 itu artinya... Udahlah, pokoknya kalau pecahan dibagi pecahan tinggal diputer dan dikali aja." Percakapan di atas diambil dari film Ghibli yang baru saya tonton bulan ini, judulnya Only Yesterday. Intinya si A ini kesulitan memahami matematika dan meminta kepada si B untuk mengajarinya. Tapi si B juga bingung buat menjelaskannya dan menyuruh si A untuk menggunakan rumus cepat ala bimbel. Yang menarik adalah kasus ini sangat umum terjadi di kehidupan kita. Terkadang kita hanya mengikuti arahan guru tanpa tahu maksudnya apa....
Adalah sangat curang kalau seseorang berbicara "aku memang seperti ini orangnya." Kenapa curang? Karena orang tersebut tidak melakukan usaha untuk memperbaiki diri, namun meminta orang lain menerima dia yang seperti itu. Padahal dia bisa mengubah dirinya, tapi berlindung dengan kalimat seperti itu. Sangat licik, sangat egois. Kira-kira seperti itu pemikiran saya yang dulu. Dulu saya pikir saya selalu bisa mengklasifikasikan sesuatu ke dalam hitam atau putih. Seperti pencuri selalu jahat, polisi selalu baik. Tapi ternyata ada juga pencuri yang terpaksa mencuri karena kondisi ekonomi, ada juga polisi yang korupsi. Begitu juga dengan kalimat "aku memang seperti ini orangnya." Ada oknum yang berlindung dibalik kalimat keramat itu tanpa usaha sedikitpun, ada juga orang yang sudah mencoba berubah namun belum terlihat hasilnya. Semakin tua, semakin menyadari kalau kita tidak bisa mengontrol orang lain. Sifat manusia sangat beragam, tentu ada keselarasan dan ketidakcocokan....
Comments
Post a Comment